
Jakarta – Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menerima kunjungan silaturahmi sejumlah tokoh nasional yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Kantor Megawati Institute, Jalan Diponegoro No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026).
Pertemuan yang bertajuk Silaturahmi Kebangsaan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat persaudaraan. Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ignatius Kardinal Suharyo, Pendeta Gomar Gultom, Romo Franz Magnis Suseno SJ, Karlina R. Supelli, Laode M. Syarif, dan Lukman Hakim Saifuddin.
Dalam pertemuan tersebut, para tokoh berdiskusi mengenai berbagai persoalan fundamental yang dihadapi bangsa Indonesia, mulai dari penguatan demokrasi, menjaga persatuan nasional, penegakan nilai-nilai kemanusiaan, hingga pentingnya merawat moral dan hati nurani dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa Indonesia memerlukan ruang dialog yang sehat dan terbuka agar berbagai persoalan bangsa dapat diselesaikan dengan mengedepankan kepentingan rakyat serta semangat kebersamaan.
“Bangsa ini dibangun dengan semangat persatuan dan gotong royong. Karena itu, kita harus terus menjaga dialog, memperkuat rasa persaudaraan, dan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil selalu berpihak kepada kepentingan rakyat serta masa depan Indonesia,” ujar Megawati.
Menurut Megawati, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus dirawat bersama. Ia mengingatkan bahwa seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai kebangsaan agar tetap menjadi fondasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
“Saya percaya bahwa hati nurani, moral, dan nilai kemanusiaan harus menjadi landasan dalam setiap kebijakan maupun tindakan kita. Dengan demikian, Indonesia akan tetap kokoh menghadapi berbagai tantangan zaman dan mampu mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa,” tambahnya.

Pertemuan Silaturahmi Kebangsaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan nasional, mempererat solidaritas antarelemen masyarakat, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan konstruktif demi kemajuan Indonesia yang berkeadilan dan berkeadaban.



