
Balige – Wakil Ketua Bid. Kadersasi dan Ideologi, sekaligus Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Toba, St. Ir. Pidel Hutahaean dengan didampingi Pengurus Ranting Desa Sintong Marnipi turun langsung ke akar rumput bertemu dengan warga dusun 1 Lumban Ginabean untuk berdialog dan menjemput Aspirasi pada Kamis (16/7/2026).
Dalam kesempatatan tersebut warga bernama Mangatur Pasaribu , dan Apri Supardi Pasaribu menyampaikan mengeluhkan rusaknya irigasi D.I. Losung Batu, dan maraknya hewan primata yang mengganggu tanaman petani. Atas temuan tersebut Pidel menghubungi instansi terkait agar segera menangani keluhan warga tersebut.
Menjawab Aspirasi tersebut Pidel Hutahaean mengatakan siap dan akan berjuang dalam mencarikan solusi yang terbaik tentang rusaknya irigasi dan maraknya hewan primata yang merusak lahan pertanian warga desa Sintong Marnipi.
“Akan saya sampaikan ke Pemerintah agar ditangani secepatnya terkait irigasi, dan mencari solusi yang terbaik akibat maraknya hewan primata yang merusak tumbuhan yang ditanam di lahan pertanian warga” Ungkap Pidel didepan masyarakat yang mayoritas Petani.

Selain berdialog dan menjemput aspirasi, dalam kesempatan tersebut Pidel juga memberikan tali asih kepada warga, dan berjanji akan memberikan bantuan semaksimal mungkin apapun yang dibutuhkan warga, sesuai dengan kemampuannya.
Ditemui usai dialog dengan warga Pidel Hutahaean mengatakan bahwa sebagai kader partai, sudah merupakan tanggungjawabnya untuk turun langsung kemasyarakat untuk belanja masalah yang ada di tengah-tengah masyarakat,
“Sesuai dengan instruksi Ibu Megawati agar setiap kader partai wajib turun kebawah mendengarkan suara rakyat, jadi ini bukan persoalan elektoral kedepannya melainkan wujud nyata dari pelaksanaan perintah dari Ketua Umum untu selalu menangis dan tertawa bersama Rakyat” Kata Pidel.

Pidel Hutahaean juga menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dia lakukan tidak secara formal melainkan ngobrol santai agar masyarakat lebih lepas dalam menyampaikan keluhan,
“Kita maklum tidak semua masyarakat mampu menyampaikan masalah secara teoritis, untuk itu kita mengemas kegiatan dengan ngobrol santai sambil ngopi, dan hasilnya masyarakat sangat lepas menyampaikan unek-uneknya karena tidak terikat dengan formalitas, dan ini akan sering kita laksanakan di masa-masamendatang” Pungkas Pidel.



