
Samosir – Situasi geopolitik global terutama situasi konflik di Timur Tengah, setiap orang memiliki hak untuk mendukung satu pihak dengan logika kebenaran yang dia yakini, namun mendukung salah satu pihak yang bertikai tidak boleh secara membabi buta sehingga menghilangkan nilai-nilai Nasionalisme,
Hal itu diungkap oleh Anggota Komisi XII dari Fraksi PDI Perjuangan DPR Drs. Rapidin Simbolon MM saat menyampaikan pemikirannya dalam sosialisasi 4 Pilar kebangsaan di Desa Pardomuan I Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir pada Kamis (28/5/2026).
“Manusia secara kodrati debekali akal untuk menilai satu peristiwa maka tidak heran jika ada satu peristiwa terutama konflik kita bisa mendukung salah satu pihak, namun harus diingat bahwa sandaran kita dalam menilai satu konflik adalah kebenaran, bukan mendukung secara membabi buta” Ungkpa Rapidin Simbolon.
Ia menjelaskan bahwa, mendukung salah satu pihak sah-sah saja dan tidak ada larangan, namun kita harus berdiri dan berpijak sebagai warga Negara Indonesia yang hidup dalam wilayah NKRI jadi mendukung dengan sehat,
“Kita sering melihat ada banyak dari kita yang merasa dirinya lebih Israel dari orang Israel itu sendiri, atau lebih Iran dari orang Iran itu sendiri yang mebuat dia lupa diri kalau dirinya masih warga negara Indonesia, sehingga siapa yang mendukung pihak lain dianggap jahat. Tentu sikap seperti ini bertentangan dengan nilai-nilai nasionalisme kita” Papar Mantan Bupati Samosir tersebut.
Secara tegas dia mengingatkan bahwa setiap konflik dmanapun bisa menjadi pengaruh yang buruk bagi keutuhan NKRI, untuk itu Rapidin Simbolon mengingatkan agar masyarakat bijak menyikapi situasi ini, apalagi seringkali konflik dikait-kaitkan dengan isu Agama,
“Mendukung itu sah, namun menjaga nasionalisme dan persatuan antar anak bangsa menjadi kewajiban kita bersama agar NKRI tetap utuh dan tidak terkoyak oleh situasi yang sebenarnya tidak hubungannya sama seali dengan kita” Pungkas Rapidin Simbolon yang merupakan Ketua DPD PDI Perjuagan Sumut tersebut.



