
Medan — Lonjakan gangguan kesehatan berupa demam tinggi serta gejala flu yang menyebar di kalangan pelajar Kota Medan memicu perhatian serius dari legislatif Provinsi Sumatera Utara. Guna memutus rantai penularan di lingkungan pendidikan, Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Dameria Pangaribuan, menginstruksikan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara untuk segera mengambil tindakan preventif yang terukur.
Srikandi PDI Perjuangan ini merekomendasikan opsi pengalihan aktivitas sekolah ke moda Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) berbasis daring apabila ditemukan klaster penularan atau lonjakan siswa dan guru yang terpapar di suatu satuan pendidikan.
Melalui keterangan resminya pada Jumat (2/10/2026), Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara tersebut menegaskan bahwa ruang kelas yang tertutup dan padat interaksi memiliki kerawanan tinggi menjadi pusat penyebaran virus Influenza A.
”Jika di lapangan banyak anak mengalami gejala demam dan influenza, kami mendesak Dinas Pendidikan mengambil langkah antisipatif. Salah satunya penerapan pembelajaran jarak jauh untuk sementara waktu,” tegas Dameria Pangaribuan.
Selain skema belajar dari rumah secara temporer, Politisi yang membidangi Kebijakan Publik dan Reformasi Birokrasi di DPD PDI Perjuangan Sumut ini juga menuntut seluruh manajemen sekolah untuk memperketat protokol kebersihan fasilitas publik dan ruang belajar.
”Sekolah juga harus memastikan ruang kelas dan fasilitas lainnya tetap bersih. Sterilisasi secara berkala diperlukan untuk meminimalkan potensi penyebaran virus,” lanjutnya.
Melalui desakan ini, Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumut mendorong Disdik Sumut bersama dinas kesehatan terkait untuk sigap melakukan pemantauan berkala di tiap sekolah guna menjamin keamanan serta keselamatan fisik para peserta didik dan tenaga pengajar.


