Lampu Jalan Kawasan Perumnas Simalingkar Padam, Yusuf Ginting Geram

Medan – Anggota DPRD Medan dari Fraksi PDI Perjuangan, Jusup Ginting Suka SE, meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan. Pasalnya, laporan mengenai lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang mati di kawasan Perumnas Simalingkar disebut tidak kunjung ditindaklanjuti meski telah disampaikan sejak sebulan lalu.

Kegeraman itu disampaikan Jusup saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) Kota Medan Nomor 3 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan di Jalan Kopra Raya, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Minggu (14/6/2026).

Persoalan tersebut mencuat ketika dua warga dari Jalan Nilam dan kawasan Kopdar II Perumnas Simalingkar mengeluhkan kondisi lampu jalan yang sudah lama padam dan hingga kini belum diperbaiki.

Mendengar keluhan itu, Jusup mengaku semakin kecewa karena persoalan tersebut sebenarnya telah ia laporkan langsung kepada Dishub Kota Medan sekitar satu bulan lalu.

“Keluhan ini sudah saya sampaikan ke Dishub sejak sebulan yang lalu. Tapi sampai hari ini belum ada tindakan. Padahal ini menyangkut keselamatan masyarakat,” kata Jusup.

Menurutnya, sebagai wakil rakyat, dirinya memiliki kewajiban menyampaikan setiap aspirasi dan keluhan warga kepada instansi terkait agar segera ditindaklanjuti.

Namun ia mempertanyakan keseriusan Dishub Medan dalam merespons laporan yang telah disampaikan.

 “Kita ini pelayan masyarakat. Ketika warga mengadu tentu harus kita perjuangkan. Yang membuat saya heran, laporan yang saya sampaikan sebagai anggota DPRD saja tidak ditanggapi. Kalau laporan kami tidak didengar, lalu laporan siapa lagi yang mau didengar Dishub Medan?” ujarnya.

Jusup menegaskan, lampu jalan bukan sekadar fasilitas pelengkap, melainkan kebutuhan dasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.

Menurutnya, kondisi jalan yang gelap berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan kerawanan tindak kriminal.

“Jangan tunggu ada korban dulu baru bergerak. Jalan yang gelap bisa menyebabkan kecelakaan dan juga rawan tindak kejahatan seperti begal,” tegasnya.

Tak hanya soal lampu jalan, Jusup juga mengungkap adanya tiang listrik yang hilang akibat longsor di kawasan tersebut. Hingga kini, kata dia, persoalan itu juga belum mendapat penanganan yang memadai.

“Bahkan ada tiang listrik yang hilang karena longsor dan sampai sekarang belum diperbaiki. Ini juga menjadi keluhan masyarakat yang harus segera ditindaklanjuti,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Jusup berencana meminta DPRD Medan memanggil Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan guna meminta penjelasan terkait lambannya penanganan laporan masyarakat.

“Nanti akan kita pertanyakan. Saya berencana meminta Kadishub Medan hadir ke DPRD untuk menjelaskan kenapa laporan masyarakat yang sudah disampaikan sejak lama belum juga ditindaklanjuti,” ujarnya.

Jusup juga meminta Wali Kota Medan memberi perhatian serius terhadap kinerja jajaran Dishub agar koordinasi antara legislatif dan pemerintah kota berjalan lebih efektif.

Menurutnya, tujuan DPRD dan Pemko Medan sejatinya sama, yakni memastikan pelayanan publik berjalan maksimal dan kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.

“Kami ingin ada kerja sama yang baik antara DPRD dan pemerintah kota. Tujuan kita sama, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Karena itu saya berharap persoalan ini menjadi perhatian serius,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top