30 Tahun Kudatuli, Romelta Ginting Tekankan Disiplin dan Loyalitas Kader

STABAT – Peringatan 30 tahun Peristiwa Kudatuli yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Langkat, Senin (27/7), menjadi momentum refleksi sekaligus evaluasi internal bagi jajaran kader partai.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sekretariat DPC PDI Perjuangan Langkat tersebut turut diwarnai penegasan Ketua DPC PDI Perjuangan Langkat, Romelta Ginting, mengenai pentingnya kedisiplinan kader dalam mengikuti agenda-agenda partai, terlebih pada momentum yang memiliki nilai sejarah bagi perjalanan PDI Perjuangan.

Romelta secara khusus menyoroti tingkat kehadiran anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Langkat. Ia menyayangkan masih adanya anggota fraksi yang datang terlambat bahkan tidak hadir dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kader yang telah mendapat kepercayaan masyarakat untuk duduk sebagai pejabat publik melalui PDI Perjuangan semestinya mampu memberikan contoh dalam hal kedisiplinan dan loyalitas terhadap organisasi.

“Ada yang datang terlambat setelah acara puncak selesai, bahkan ada yang tidak hadir sama sekali. Ini tentu bukan teladan yang baik. Saya meminta Wakil Ketua Bidang Etik Partai memberikan teguran tegas,” ujar Romelta.

Ia menegaskan bahwa loyalitas terhadap partai tidak seharusnya hanya ditunjukkan melalui pernyataan atau slogan. Menurutnya, militansi kader harus tercermin melalui tindakan nyata, termasuk kesediaan hadir dan terlibat dalam agenda yang dianggap penting bagi perjalanan organisasi.

“Jangan hanya mengatakan diri sebagai loyalis dan kader militan. Loyalitas itu harus dibuktikan melalui sikap dan tindakan, termasuk ketika partai menggelar kegiatan yang memiliki nilai sejarah dan kehormatan bagi kita,” tegasnya.

Romelta menjelaskan, peringatan tiga dekade Kudatuli memiliki makna lebih dalam dari sekadar agenda seremonial. Peristiwa yang terjadi pada 27 Juli 1996 tersebut merupakan bagian dari perjalanan panjang perjuangan demokrasi dan menjadi salah satu catatan penting yang membentuk perjalanan PDI Perjuangan hingga saat ini.

Ia mengajak seluruh kader untuk menjadikan sejarah tersebut sebagai sumber pembelajaran dan inspirasi. Menurutnya, penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu harus diwujudkan melalui sikap nyata dalam kehidupan berorganisasi.

Kedisiplinan, tanggung jawab, loyalitas, solidaritas, serta kesediaan hadir dalam setiap agenda partai, lanjut Romelta, merupakan bentuk sederhana dari upaya menjaga marwah dan kehormatan organisasi.

Karena itu, ia berharap momentum peringatan Kudatuli dapat menjadi pengingat bagi seluruh kader PDI Perjuangan di Kabupaten Langkat untuk semakin memperkuat soliditas dan meningkatkan komitmen dalam menjalankan tugas kepartaian serta memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Bagi Romelta, semangat perjuangan yang diwariskan para pendahulu harus terus dijaga oleh generasi kader saat ini, bukan hanya melalui simbol dan atribut partai, tetapi melalui kerja nyata, kedisiplinan, dan kesetiaan terhadap nilai-nilai perjuangan PDI Perjuangan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top