
Palas – Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, melanjutkan perjalanan penyaluran hewan kurban ke sejumlah desa di Kabupaten Padang Lawas, Rabu (27/5/2026).
Berbeda dari agenda resmi yang kerap berjarak dengan warga, kedatangan Rapidin berlangsung sederhana. Ia datang tanpa protokoler ketat, duduk di atas tikar bersama warga di bawah rindangnya pohon sawit.
Turut serta mendampingi Wakil Ketua Bidang Komunikasi Politik DPD PDIP Sumut Sutrisno Pangaribuan, Ketua DPC PDIP Padang Lawas Haji Haris Simbolon, mantan Wakil Bupati Toba periode 2019-2024 Tonny Simanjuntak, serta jajaran kader partai lainnya.
Penyaluran sapi kurban itu menjadi bagian dari distribusi hewan kurban gotong royong PDI Perjuangan di Sumatera Utara yang Pada Idul Adha tahun ini, total 113 ekor sapi disalurkan ke berbagai daerah di Sumut.
Di hadapan masyarakat, Rapidin mengatakan Idul Adha harus menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial dan semangat kebersamaan antarsesama warga bangsa. Menurut dia, nilai pengorbanan dalam Idul Adha sejalan dengan semangat gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.
“Kami datang membawa semangat kebersamaan, mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha kepada masyarakat. Berkurban itu bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi tentang keikhlasan membantu sesama dan peduli kepada yang membutuhkan,” kata Rapidin.
Ia juga mengingatkan agar pembagian daging kurban benar-benar mengutamakan masyarakat kecil dan kaum duafa.
“Utamakan kaum duafa. Jangan sampai pembagian kurban hanya berputar di kelompok tertentu saja. Yang paling penting, masyarakat kecil juga bisa merasakan kebahagiaan hari raya,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Rapidin turut menyampaikan salam Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kepada masyarakat Padang Lawas. hingga semangat menjaga persatuan dan gotong royong di tengah kehidupan desa.
Ia menegaskan, PDI Perjuangan dibangun di atas semangat persatuan dan nilai Pancasila yang merangkul seluruh golongan tanpa membedakan suku maupun agama.
“Bu Mega selalu mengingatkan tentang pentingnya persatuan, saling menolong, dan peduli kepada masyarakat yang kurang mampu. Karena itu, PDIP harus hadir bersama rakyat dalam setiap momentum,” katanya.
Di Desa Transpir, Ustadz JP Lubis menyebut kampung mereka sebagai “Kampung Pancasila”. Menurut dia, masyarakat tetap menjaga nilai persatuan di tengah keberagaman yang ada.
“Kami jaga Pancasila dan kami tetap banteng,” ujar JP Lubis disambut tepuk tangan warga.

Ucapan haru juga disampaikan Abdus Salam Siregar, warga Desa Ujung Batu IV yang menerima bantuan sapi kurban. Ia mengaku tidak menyangka desanya mendapat perhatian langsung dari Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut.
“Hormat yang tertinggi kami sampaikan kepada Pak Rapidin Simbolon dan rombongan. Kami benar-benar tidak menyangka rezeki ini datang ke kampung kami,” kata Abdus Salam.
Tok masyarakat desa ujung batu palas ucapkan terimakasi kepada ketua DPD PDI Perjuangan Sumut
Menurut dia, bantuan hewan kurban sangat berarti bagi masyarakat desa, terutama bagi warga yang selama ini jarang menikmati daging kurban saat Idul Adha.
“Mungkin bapak tahu masyarakat di sini memang sangat membutuhkan. Mudah-mudahan Tuhan membalas semua kebaikan bapak,” ujarnya.
Di tengah suasana desa yang sederhana, penyerahan sapi kurban itu tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan. Bagi sebagian warga, kehadiran rombongan partai hingga ke pelosok desa menjadi penanda bahwa politik masih bisa hadir lewat kepedulian sosial, percakapan sederhana, dan semangat kebersamaan.
Perjalanan penyaluran hewan kurban PDI Perjuangan Sumut dijadwalkan berlanjut ke sejumlah daerah lain di kawasan Tapanuli hingga Padangsidimpuan. Bagi Rapidin, kegiatan itu bukan sekadar agenda partai, melainkan cara menjaga hubungan dengan masyarakat kecil yang selama ini menjadi akar kekuatan partai.


