Yasonna Laoly Hidupkan Semangat Nasionalisme Bulan Bung Karno

Medan – Bulan Juni kembali menjadi momentum penting bagi kader dan simpatisan PDI Perjuangan di seluruh Indonesia. Selain diperingati sebagai Bulan Bung Karno, bulan ini juga memiliki nilai sejarah yang kuat karena bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila, hari lahir, dan hari wafat Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.

Ketua DPP PDI Perjuangan, Yasonna Hamonangan Laoly, mengatakan berbagai kegiatan telah dan sedang digelar di seluruh provinsi sebagai bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026. Kegiatan tersebut berlangsung dalam berbagai bentuk, mulai dari olahraga, perlombaan, hingga kegiatan kebudayaan yang melibatkan masyarakat luas.

“Di seluruh provinsi di Indonesia, kami menggelar berbagai kegiatan selama Bulan Bung Karno. Di Sumatera Utara misalnya telah dilaksanakan Soekarno Cup, sementara di daerah lain seperti Nias juga digelar berbagai perlombaan dan kegiatan dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno,” ucap Yasonna, pada Sabtu (13/6/2026).

Menurutnya, seluruh agenda tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya nyata untuk menjaga dan menanamkan kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno kepada generasi penerus bangsa.

Yasonna menjelaskan, Bulan Juni memiliki makna historis yang sangat kuat dalam perjalanan hidup Sang Proklamator. Bung Karno lahir pada 6 Juni 1901, menggagas lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945, dan wafat pada 21 Juni 1970. Karena itu, setiap peringatan Bulan Bung Karno menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali semangat nasionalisme, gotong royong, persatuan, serta nilai-nilai Pancasila yang menjadi fondasi bangsa Indonesia.

“Tujuan kegiatan ini adalah mengenang sekaligus meneladani pemikiran dan perjuangan Bung Karno sebagai Proklamator dan Presiden pertama Republik Indonesia,” terang dia.

Yasonna menyebutkan, seluruh kegiatan Bulan Bung Karno yang dilaksanakan di berbagai daerah akan didokumentasikan dan dilaporkan oleh masing-masing panitia maupun divisi pelaksana sebagai bagian dari evaluasi dan dokumentasi organisasi. Pelaksanaan kegiatan tersebut, kata dia, juga mengacu pada surat edaran dan pedoman resmi yang telah disampaikan kepada seluruh jajaran partai di tingkat daerah.

“Dengan berbagai agenda yang masih akan berlangsung sepanjang Juni, PDI Perjuangan berharap Bulan Bung Karno tidak hanya menjadi peringatan historis semata, tetapi juga menjadi ruang untuk menumbuhkan kembali kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas dia.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top